Kanker dan Sejarahnya

Penyakit KankerKanker, penyakit ini sudah sangat lekat di benak masyarakat luas sebagai penyakit yang sangat mematikan. Penyakit ini juga dapat menyerang kapan saja dan siapa saja, serta sangat sulit untuk disembuhkan. Para spesialis kanker juga hingga saat ini belum mampu untuk menemukan pengobatan yang dapat menyembuhkan kanker secara total. Namun, bagaimanakah awalnya kanker ditemukan hingga dikenal sebagai momok masyarakat masa kini?

Catatan sejarah tentang kanker ditemukan di dalam papirus mengenai praktik medis Mesir kuno. Papirus ini mendeskripsikan kanker dan dipercaya berasal dari sekitar 2500 SM. Kemudian, Hippokrates mendeskripsikan beberapa jenis kanker, yang disebut dengan istilah carcinos. Nama ini berasal dari penampilan tumor malignan yang dipotong. Karena pembuluh darahnya tertarik ke semua arah seperti kaki kepiting, maka Hippokrates memberi nama penyakit ini carcinos, bahasa Yunani untuk kepiting. Karena tradisi Yunani kuno yang tidak memperbolehkan pembedahan, Hippokrates hanya menggambarkan tumor-tumor yang terlihat di permukaan tubuh.

Setelah perkembangan ilmu bedah pada abad 16 dan 17, dokter-dokter mulai lebih sering melakukan otopsi untuk menemukan penyebab kematian. Penyebab kanker yang pertama ditemukan adalah kanker skrotum, yang umum terjadi pada pembersih cerobong asap oleh Percivall Pott. Dengan populernya mikroskop pada abad ke-18, Campbell De Morgan, ahli bedah asal Inggris menemukan ‘racun kanker’ dapat menyebar dari tumor utama ke bagian-bagian tubuh lain, sebuah proses yang nantinya akan disebut metastasis.

Penggunaan bedah untuk mengobati kanker pada awalnya memiliki tingkat sukses yang sangat rendah karena tidak higienisnya alat-alat bedah, hingga penemuan asepsis pada abad 19 meningkatkan kebersihan prosedur bedah dan meningkatkan tingkat keselamatan setelah prosedur. Pengobatan kanker dengan bedah kemudian menjadi cara perawatan primer untuk kanker.

Perkembangan pengobatan kanker juga semakin canggih seiring perkembangan zaman, dan salah satunya adalah penemuan radiasi oleh Marie dan Pierre Curie. Radiasi juga memicu perkembangan pendekatan multidispiliner untuk mengobati kanker, di mana ahli bedah tidak bekerja sendiri, tetapi bekerja dengan radiologis untuk merawat pasien.

Untuk ke depannya, tentunya para pakar kesehatan khususnya spesialis kanker masih akan terus bekerja keras untuk merevolusi pengobatan kanker hingga mereka bisa menemukan obat kanker yang dapat menghilangkan kanker secara total. (Dana)

Hafif

Berdoa, Berusaha, dan Tawakal

Leave a Reply