Toko Buku Kejujuran di China

Toko Buku Kejujuran di ChinaJika di Indonesia sempat ramai dengan kehadiran sebuah kantin kejujuran, Shanghai justru mendunia karena menerapkan sebuah toko buku kejujuran. Konsepnya sebetulnya masih sama dengan kantin kejujuran, di mana toko akan ditinggalkan tanpa staf dan juga kasir sehingga pengunjung yang ingin membeli harus melakukannya dengan self service. Sebuah meja ruang tamu diletakkan di dekat rak buku, di mana pembeli bisa meletakkan uang pembayaran mereka di sana. Toko buku ini, konon sengaja didirikan untuk menerapkan kembali kejujuran yang saat ini sudah hilang di masyarakat.

Berada di Fuzhou Road, toko buku ini sepintas tidak jauh berbeda dengan toko buku pada umumnya. Hanya saja, memasuki pintu masuk, pengunjung akan disambut dengan papan yang bertuliskan “Kejujuran Sama Harganya Seperti Emas”. Tidak ada kasir ataupun staf dari toko buku ini yang terlihat berjaga. Di pojok-pojok ruang, terdapat rak-rak kayu yang dipenuhi dengan buku aneka genre. Pengunjung bisa melihat-lihat buku sepuasnya dan jika ada buku yang diinginkan, mereka bisa memasukan uang mereka sejumlah harga buku ke kotak uang yang disediakan. Tepat di atas rak, tertulis pula sebuah banner yang dibaca sebagai Honesty Bookshop.

Dengan konsep unik yang tergolong baru ini, sontak toko buku tersebut menarik minat para masyarakat untuk mampir ke sana. Mereka ingin merasakan bagaimana sensasi berbelanja dengan self service dan juga melihat koleksi-koleksi di toko buku tradisional tersebut.

Selain di Honesty Bookshop, ada pula toko buku dengan konsep kejujuran yang dibuka di Nanjing. Bedanya, toko buku ini berada di luar ruangan alias outdoor dan tidak ada meja kasir serta staf yang berjaga di sana. Terdapat rak-rak panjang penuh buku di mana para pengunjung bisa memilih buku yang mereka suka. Dan biaya yang dikenakan perbukunya pun sukarela sehingga pengunjung diperbolehkan untuk membayar sesuai dengan kemampuannya.

Pemilik toko buku ini menyatakan bahwa toko buku outdoor ini merupakan sebuah eksperimen sosial di mana ia ingin melihat seberapa besar tingkat kejujuran di masyarakat. Setelah berdiri selama beberapa saat hingga hari ini, hebatnya tidak ada satu pun buku yang dicuri dari total 1500 buku.

Hafif

Berdoa, Berusaha, dan Tawakal

Leave a Reply