Trik Hindari Bengkel Bermain Nakal dan Curang

Terkadang banyak pemilik mobil termasuk Mitsubishi Pajero Sport dan merk mobil lainnya akan melakukan service mobil di bengkel tidak resmi ketika jatah servicenya habis. Alasannya pun beragam, dimana sudah kenal dengan mobil dan senang dengan setting-an si montir sampai masalah krusial yakni biaya service yang biasanya lebih murah dibandingkan dengan bengkel resmi. Padahal sudah banyak yang memberitahukan bahwa perawatan mobil haruslah di bengkel-bengkel resmi dikarenakan aman.

Service Mobil di Bengkel

Banyak artikel yang memberikan informasi jika banyak konsumen atau pemilik mobil yang justru merasa dirugikan sehabis service di bengkel mobil, apalagi ketika mobil terpaksa harus menginap. Malahan ini biaya service akan jadi membengkak, dan ada aja masalah lainnya. Kasus seperti tentu, pihak bengkel tidak ingin tahu karena secara otomatis semua biaya akan ditanggung sepenuhnya oleh pemilik mobil. Keluhan ini acap kali terjadi di bengkel mobil dimanapun, oleh karena itu untuk menghindari kejadian ini maka si pemilik mobil haruslah teliti ketika memilih sebuah bengkel mobil.

Selain ketelitian si pemilik mobil ketika memilih bengkel, ada beberapa trik hindari bengkel bermain nakal dan curang diantaranya :

  • Tahu kerusakan apa saja pada mobil yang harus diperbaiki. Pastikan si pemilik mobil harus tahu, setidaknya tentang beberapa masalah seperti penyebab dan mengatasi kebocoran knalpot hingga daleman mobil dan komponen yang ada di dalam mobil tersebut. Sehingga sang pemilik mobil ketika ada serah terima pemilik mobil tahu apa saja yang harus diperbaiki oleh pihak bengkel.
  • Pastikan pemilik mobil meminta form pengecekan mobil. Biasanya setiap bengkel-bengkel akan menyiapkan 2 form pengecekan, dimana 1 diberikan kepada pemilik mobil tersrbut dan 1 nya lagi dipegang oleh bengkel ketika proses pengerjaan mobil selesai. Cek list tersebut berisi kondisi mobil mulai dari odometer, konsidi bensin, list barang-barang seperti radio dan perlengkapan lainnya seperti kunci. Lakukan pengecekan list ini ketika serah terima mobil, dan lakukan kembali setelah proses pengerjaan selesai dilakukan.
  • Cek km mobil jika tidak bergerak lebih dari 1 km. Dipastikan kondisi ini hanya untuk pekerjaan di seputar bodi mobil bukan pada mesin atau onderdil lainnya. Alasannya cukup simple ko, jarak tempuh mobil jika hanya melakukan perbaikan di bagian bodi saja seharusnya mobil tidak lebih bergerak lebih dari 1 km karena mobil hanya jalan di sekitaran bengkel seperti masuk ke ruang oven dan tempat pengeringan. Namun jika Anda memeriksa km lebih dari 1 km, maka Anda berhak bertanya. Apalagi jika ada beberapa part mobil mengalami kerusakan, dan jika dalam kondisi ini Anda berhak minta ganti rugi kepada pihak bengkel.
  • Cek km jika terdeteksi lebih dari 5 km di odometer pada dashboard. Jika terjadi hal demikian, maka ini menandakan terjadi masalah atau kerusakan pada bagian mesin dan kaki. Jika memang seperti, montir memang perlu melakukan tes jalan dan mencari kelemahan setelah diperbaiki. Namun jika Anda menemukan kondisi odometer mobil Anda berlebihan, atau 100 km lebih, sebaiknya Anda bertanya dan pastikan dibawa ke mana mobil selama menginap di bengkel.

Lakukan beberapa hal di atas dengan teliti, sehingga Anda tahu seberapa masalah yang benar-benar terjadi pada mobil Anda! -apuy-

Hafif

Berdoa, Berusaha, dan Tawakal

Leave a Reply